Sedikit Melirik Politik di SMAK 1 (2005)
Menjadi ketua OSIS
Menjadi ketua OSIS sudah jelas bukanlah hal yang mudah. Dan bukan berarti orang di luar OSIS nggak bisa jadi ketua. Bisa banget! Contohnya Jessica Neva (Ketua OSIS periode 2005 yang sebelumnya menjadi underdog), JN, yang sebelumnya bukan anggota OSIS tiba-tiba jadi ketua.
Nah, proses di smukie tuh kayak gini: pemilihan kandidat kelas / fit and proper test di depan para ketua sekbid dan Badan Pengurus Harian yang lama / kampanye / pemungutan suara. (Sistem ini pada pariode 2005, sekarang mungkin sudah berubah)
Pemilihan kandidat kelas. Ini cukup gampang. Biasanya sih, anak-anak yang mengincar posisi ini sudah meraih dukungan di kalangan kelas sendiri. Populer dan terkenal HIP deh di antara anak-anak kelasnya. Pasti bisa! Pokoke harus terkenal dulu.
Fit and proper test. Ini tergantung sebagaimana loe dekat dengan para ketua sekbid dan BPH OSIS. Kolusi donk? Ho-oh. Kalau di mata ketua sekbid dan BPH loe adalah seseorang yang hangat dan ramah, maka loe akan lebih mudah diterima. Apalagi yang nggak pernah cari masalah diantara para ketua sekbid dan BPH itu. Jalan kamu mulus deh kalo disayang mereka.
Karena apa? Karena suara satu ketua sekbid itu berpengaruh dengan ketua sekbid dan BPH. Percaya atau enggak. Gue pernah banget mengalaminya pada saat wawancara ketua OSIS di bawah gue. Cara yang biasa digunakan adalah: menarik simpati salah satu ketua sekbid supaya membelanya di rapat khusus.
Kampanye! Ini yang terpenting! Kampanye itu ada dua: kampanye selebaran di kelas lalu kampanye terbuka di hadapan anak-anak smukie.
Kampanye selebaran itu kadar keberhasilannya cukup kecil dan nggak menjamin keberhasilan loe menjadi ketua OSIS.
Yang terpenting adalah: mempunyai tim sukses dan kampanye terbuka.
Tim sukses ini biasanya bertindak sebagai penghembus isu-isu di kalangan anak-anak smukie. Tim sukses ini adalah orang-orang yang udah terkenal, populer sebagai pembawa berita. Message from the wind. Kedekatan dengan para tukang gosip, biang gosip dan mafia gosip itu PENTING BANGET! Dukungan dari mereka sangat dibutuhkan karena, dari merekalah pesan-pesan dan program-program loe itu akan tersampaikan di kalangan anak-anak. Bukan kertas-kertas atau mading. Trust me!
Dan jangan lupa juga para jagoan, berandal, mafioso, preman, pokoknya anak-anak nakal angkatan loe. Baik-baikin mereka, hang out sama mereka, traktir mereka, nyanyi sama mereka, whateva… Pastiin mereka mendukung loe. Karena suara mereka yang keras dan heboh itu, harus diakui menggerakkan opini publik. Bayangin aja, kalo pas waktu pemilihan, mereka teriak-teriakin nama loe di kelas dan ngajak sekelas milih loe dengan anceman-anceman. Wah, hampir bisa dijamin suara mayoritas pasti pilih loe ! Curang? Nein! Bukan! Ini namanya politik, bro! Memang kotor.
Kampanye terbuka. Menurut gue, ini KRUSIAL banget. Setenar apapun calon ketua OSIS kalau pas kampanye-nya TIDAK MEYAKINKAN dan GAGAP maka hasilnya NIHIL. Serius deh! Loe bisa terjegal pada saat kampanye. Ingat pada saat pidato, selalu persiapkan diri dengan baik.
Contohnya adalah pada saat tahunnya Je-en.
Harus meyakinkan dan benar-benar bersahabat dengan para anak-anak smukie. Nggak seru sendiri. Persuasif tapi nggak sombong. Merakyat deh istilahnya.
Untuk masalah pemilihan? Satu hari sebelum pemilihan biasanya situasi udah mulai memanas, siapa dukung siapa, siapa bela siapa dan blah…blah…blah…hari tersebut banyak digunakan sebagai kampanye terakhir.
Dan satu cara lagi: Bersahabat dengan guru-guru!
Menjilat? Hum…nggak bisa dibilang begitu. Tapi kalau loe bisa membuat impresif para guru, maka jalan loe akan mulus. Simpati itu pasti!
Karena guru-guru itu punya andil dalam menentukan siapa aja yang masuk ke dalam kepanitiaan. Nama-nama anak calon panitia suatu acara itu akan dikonsultasikan ke guru-guru.
Setuju atau enggak? Keputusan mereka cukup berpengaruh.
Semakin loe dikenal baik. Semakin loe dikenal dekat. Semakin loe diketahui oleh satu ruang guru sebagai siswa aktif yang TIDAK bermasalah, maka upaya menjadi Mr/Mrs ALL KNOW WHO kian tercapai.
Dan inget aja, susah untuk mencapai kedudukan itu tapi gampang banget digoyangnya.
Jadi, sesudah loe menduduki jabatan itu, loe harus pintar-pintar memanfaatkan kekuasaan yang loe dapatkan. Mewaspadai gosip-gosip yang dihembuskan sama orang-orang yang nggak setuju loe menduduki jabatan itu. Yang pengen jabatan itu jatuh ke tangannya. Atau memang karena cemburu, mereka mencoba melakukan dead lock atau masalah-masalah baru pada saat masa jabatan loe. Loe harus ngerti cara-cara “mengucilkan” lawan-lawan politik loe atau mungkin “mengangkat” pendukung-pendukung loe ke kursi-kursi kekuasaan yang bisa menopang “rezim” loe.
Gila, dipikir-pikir anak-anak smukie itu rada-rada jahat ya. Tega ajha gitu demi kekuasaan dan ketenaran rela melakukan apa aja.
Kejam khan? Kejam banget.
Smukie gitu…
Dimana lawan dan kawan sangat susah dibedakan.
Sumber inspirasi dan jiplakan: http://agakewl.blogspot.com
OSIS?
Sejak awal entah mengapa saya sudah tidak suka dengan OSIS.
Tapi ada sebuah kabar, yang jika ternyata benar, maka kebencian saya pada OSIS sudah memuncak!
Darah saya naik! Muka saya merah! Tapi ga beneran sih, cuman buat hiperbol aja.
Begini ceritanya. Post-post yang ada di Latindaddy kemaren itu (yang sebenarnya dari CS1912), ternyata ditulis oleh seorang anak SMAK 1 yang tidak akan saya sebutkan namanya. Saya memuji keberaniannya dan karena postnya tersebut si MO (guru kimia) mulai berubah. ^_^. Nah, tapi di comment post tersebut ada yang kabarnya menjelek-jelekkan guru lain dengan nama yang saya akan sebutkan. Guru itu adalah MS (Marihot Sitanggang), guru PPKN SMAK 1. Si MS ini melihat post tersebut dan nampaknya naik pitam. Matanya gelap, otaknya dipenuhi pikiran jahat, alisnya naik (hiperbol lagi). Data diri: Marihot Sitanggang telp: 7776661 e-mail: marihot_s@hotmail.com alamat: Jl. Tj. Duren Timur 2 Jakarta Barat tempat tgl lahir: Three Hills, 30 Jul 66.
Wkwkwk…saya tahu semua tentang si MS, lumayan gw kan byk koneksi dan kolega hehehe. Teror aja si MS kalo lu mau, gw ga ikutan.
Kita lanjutkan cerita… Si MS itupun mencari siapa pemilik blog itu. Akhirnya ketemu. Dan blog itu dihapus, dan si pemilik blog kena masalah. Nah, cara MS menemukan orang ini lah yang membuat saya marah. Si MS, mendapat bantuan dari bantuan organisasi laknat bernama OSIS. Ada anggota OSIS yang mengetahui identitas si pemilik blog dan memberikannya pada MS. Meskipun ini belum terbukti, tetapi jika benar, maka tidak salah jika saya menyebut mereka “Organisasi Durhaka yang menusuk dari belakang apa yang mereka wakili (siswa)”. Sungguh keterlaluan. Memberikan informasi seorang pahlawan yang berani menyuarakan pendapatnya di Dunia Maya. Sama seperti Pattimura yang dikhianati sehingga bisa ditangkap Belanda. OSIS=Mata-mata guru=pengkhianat.
Jika ada yang tersinggung, silakan saja.
Anda punya hak untuk tersinggung, sama seperti saya punya hak untuk mengetik.
Saya tidak melanggar hukum, kok!
Ini Dunia Maya, informasi bebas seperti lautan lepas. Kalau tak mau tersinggung, jangan buka internet.
P.S. : Bagi yang sudah tahu identitas para pengetik di blog ini, harap tutup mulut. Jangan biarkan organisasi laknat (OSIS) dan musuh (guru) mengetahuinya.
SMAK 1…raksasa arrogan…
Pernah dengar nama SMAK1 BPK Penabur Jakarta Barat?
Sebuah SMA (yang katanya..) berlandaskan keKristenan, dengan motto Iman, Ilmu, dan Pelayanan (arti: Money, and Money, and I want it NOW!) yang berlokasi di Jalan Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat. Berdiri dengan sombongnya seolah berkata ,”Siapakah yang dapat melawanku? Dewa sekalipun tidak bisa meruntuhkan aku!”. Dan ,oh! Sudahkah kalian melihat warna baru SMAK 1? Dahulu, SMAK 1 identik dengan rumah sakit dikarenakan oleh warna putih “membosankan” dan “membuat ngantuk”nya. Sekarang, sudah berubah… Warna SMAK 1 yang baru adalah merah, putih, biru, persis warna Pemadam Kebakaran, yang kurang hanya “Pantang Tutup, Sebelum Bangkrut”. Jadi, jika ingin datang ke SMAK 1, pastikan alamatnya tepat, karena di sebelahnya ada gedung Pemadam Kebakaran. Sekolah yang satu ini, bisa dibilang terkenal dan prestasinya bisa dibanggakan. Sangat pantas saya sebut “Raksasa”.
“Raksasa” yang telah berhasil ini telah berubah. Ia bukan lagi “Raksasa” baik hati yang ramah seperti pertama kali dia lahir. Bukan lagi “Raksasa” yang mendidik muridnya demi masa depan murid-muridnya. Kecongkakkan yang tumbuh di dalam hatinya telah menjalar ke semua bagian tubuhnya bagaikan kanker ganas yang terus tumbuh tanpa henti. Biar saya jelaskan mengapa. Jujur saja, hampir 90% dari guru-guru SMAK 1 yang sekarang tidak memiliki kualitas yang pantas untuk mengajar di sekolah dengan uang sekolah sebanyak ini. Organ-organ dan sel-sel (baca: guru-guru) yang telah membuatnya begitu besar dan berhasil telah meninggalkan dirinya. Ada beberapa yang telah pensiun, ada yang keluar karena masalah gaji dan fasilitas, ada pula yang ia depak karena satu dan berbagai hal. Mungkin SMAK 1 lebih bisa disebut sebagai sarana penyaringan daripada sarana pendidikan. Ia menyaring anak-anak yang masuk dan membuang anak-anak yang kecerdasannya tidak mencukupi. SMAK 1 lebih memikirkan nama besarnya daripada murid-muridnya. SMAK 1 terkenal akan prestasinya bukan karena kehebatan fasilitas dan tenaga pengajar yang ahli. Semuanya adalah karena kecerdasan murid-muridnya sendiri. Jika orang-orang cerdas dikumpulkan di satu sekolah, tentu sekolah itu akan memenangkan banyak prestasi akademis bukan?!
Read the rest of this entry »