Selamat Jalan, Kartika!

June 27, 2008 at 4:02 pm (Artikel-artikel iseng) (, , , , , , , , , , , , )

Hari ini saya baru saja mendengar kabar kepergian seorang teman saya, dari seorang sahabat saya. Tentu saja bukan pergi dalam arti meninggal, tetapi pergi dalam arti sebenarnya. Menurut kabar, ia berangkat ke Amerika pada hari awal liburan dan tidak akan kembali ke Jakarta.

Saya mencoba untuk mengenangnya.

Tien Kartika, seorang siswi SMAK 1 yang menjadi teman saya. Ia adalah anggota Klub Biologi yang cemerlang, salah satu orang yang dikirim ke Makassar tahun ini (lihat post sebelumnya). Sebagai seorang siswi, prestasinya sangat bisa dibanggakan. Bahkan saya kadang iri melihat keberhasilnnya di semua bidang pelajaran.

Ketika pertama bertemu, kesan yang ia berikan hanya seperti wanita umumnya. Tubuhnya biasa saja, tidak sexy atau semacamnya. Tinggi badannya rata-rata (tidak seperti Vinnie yang seperti model). Rambutnya panjang, tetapi nampaknya tidak terawat. Tetapi setelah ia mengganti gaya rambutnya, ia menjadi cantiiik (atau mungkin hanya di mata saya). Iguess I got a crush on her. Mungkin ga sich wajah berubah karena gaya rambut berubah? Atau mata saya yang rusak. Sayang, ia sudah memiliki pacar (kalau tidak salah nama pacar dia Denny O) Ya, kembali ke topik!

Semua orang hanya bisa melihat sisi luar dari Kartika. Kartika yang centil, Kartika yang ceria, Kartika yang blak-blakan, Kartika yang mandiri. Tetapi mungkin hanya saya yang melihatnya dengan kacamata berbeda. Saat saya melihat Kartika, yang saya lihat adalah seorang gadis yang kesepian karena tinggal jauh dari orangtuanya, seorang gadis yang menginginkan perhatian, seorang gadis yang tidak mempercayai teman-temannya, seorang gadis yang tidak suka kalah, seorang gadis yang ingin sekali menangis dalam kesedihannya tetapi memaksakan diri untuk tegar dan tersenyum ceria sehingga tidak ada orang yang mengetahui kesedihannya, seorang gadis yang tidak ingin dilihat sebagai orang yang lemah. Saya melihat semua itu melalui mata dia.

Mungkin saya salah… atau mungkin saya benar… saya tidak tahu.

Kartika, apakah kamu seperti itu?

Selamat jalan, Kartika !

Selamat tinggal !

Mungkin kita tidak akan bertemu lagi…

Aku tidak akan melupakanmu, jadi jangan lupakan aku…

Au revoir, ami ! Adios, amigos ! Ciao, amico !

Permalink 4 Comments

Cambuk Kekalahan…

June 27, 2008 at 1:10 pm (Artikel-artikel iseng) (, , , , , , , , , , )

…You say, “Dreams are dreams.
“I ain’t gonna play the fool anymore.”
You say, “‘Cause I still got my soul.”…

(Lagu ini terus terngiang di kepala saya)

Kemarin malam seorang teman mengirimkan SMS berupa nama-nama orang yang lolos ke Makassar. Yaitu nama orang-orang yang berhasil melalui proses penyisihan OSP Biologi DKI Jakarta dan diikutkan ke OSN yang berlokasi di Makassar. Saya berusaha mencari nama saya, dan tidak saya temukan….

Lalu perasaan kecewa datang menyergap, mengikat, membayangi segalanya. Tapi di saat yang sama saya bertanya pada diri saya, mengapa saya merasakan hal ini ?

Saya berusaha mengingat awal mula saya mengikuti kejuaraan itu.

Saat itu, saya adalah seorang “freshman” yang baru saja menginjak jenjang SMA. Saya merasa tertarik dengan Biologi dan bergabung dengan klub Biologi. Dan memang saya tidak dikecewakan dengan pilihan saya. Klub Biologi cukup memuaskan keinginan saya untuk lebih dalam lagi mempelajari kehidupan.
Lalu saya ditawarkan untuk mengikuti Olimpiade Biologi bersama-sama dengan 15 teman saya. Saya sebenarnya kurang berminat, tetapi saya ikut saja karena teman-teman saya ikut. Awalnya saya hanya coba-coba, tetapi setelah mengikuti tahap demi tahap penyisihan, saya semakin menjadi serius. Pasalnya, saya sendiri tidak menyangka dan terkaget-kaget saat saya mengetahui bahwa saya yang sebenarnya biasa-biasa saja ini berhasil lolos sampai tingkat kotamadya.

Rasanya dunia sedang mempermainkan saya. Saya diangkat tinggi-tinggi, dan kemudian dijatuhkan. Tetapi akhirnya saya sadar. Saya tidak pantas sedih karena kehilangan sesuatu yang belum saya dapatkan.

Kegagalan yang saya dapatkan kali ini adalah cambukan yang harus saya dapatkan. Cambukan untuk membuat saya ingat bahwa saya hanyalah seorang pemeran. Ya, memang… seluruh dunia ini adalah panggung sandiwara dan semua orang adalah aktor dan aktris. Saya tidak bisa protes atas peran yang saya miliki. Yang saya bisa lakukan hanya berakting sebaik yang saya bisa, dan Tuhan yang akan membuat skenario bagi saya.

(dan lagu itu terus berlanjut di kepala saya)

...Don't try to live so wise.
Don't cry 'cause you're so right.
Don't dry with fakes or fears,
'Cause you will hate yourself in the end...

[Lagu: Wind]
[Artist:Akeboshi}

Permalink 1 Comment