Cambuk Kekalahan

…You say, “Dreams are dreams.
“I ain’t gonna play the fool anymore.”
You say, “‘Cause I still got my soul.”…

(Lagu ini terus terngiang di kepala saya)

Kemarin malam seorang teman mengirimkan SMS berupa nama-nama orang yang lolos ke Makassar. Yaitu nama orang-orang yang berhasil melalui proses penyisihan OSP Biologi DKI Jakarta dan diikutkan ke OSN yang berlokasi di Makassar. Saya berusaha mencari nama saya, dan tidak saya temukan….

Lalu perasaan kecewa datang menyergap, mengikat, membayangi segalanya. Tapi di saat yang sama saya bertanya pada diri saya, mengapa saya merasakan hal ini ?

Saya berusaha mengingat awal mula saya mengikuti kejuaraan itu.

Saat itu, saya adalah seorang “freshman” yang baru saja menginjak jenjang SMA. Saya merasa tertarik dengan Biologi dan bergabung dengan klub Biologi. Dan memang saya tidak dikecewakan dengan pilihan saya. Klub Biologi cukup memuaskan keinginan saya untuk lebih dalam lagi mempelajari kehidupan.
Lalu saya ditawarkan untuk mengikuti Olimpiade Biologi bersama-sama dengan 15 teman saya. Saya sebenarnya kurang berminat, tetapi saya ikut saja karena teman-teman saya ikut. Awalnya saya hanya coba-coba, tetapi setelah mengikuti tahap demi tahap penyisihan, saya semakin menjadi serius. Pasalnya, saya sendiri tidak menyangka dan terkaget-kaget saat saya mengetahui bahwa saya yang sebenarnya biasa-biasa saja ini berhasil lolos sampai tingkat kotamadya.

Rasanya dunia sedang mempermainkan saya. Saya diangkat tinggi-tinggi, dan kemudian dijatuhkan. Tetapi akhirnya saya sadar. Saya tidak pantas sedih karena kehilangan sesuatu yang belum saya dapatkan.

Kegagalan yang saya dapatkan kali ini adalah cambukan yang harus saya dapatkan. Cambukan untuk membuat saya ingat bahwa saya hanyalah seorang pemeran. Ya, memang… seluruh dunia ini adalah panggung sandiwara dan semua orang adalah aktor dan aktris. Saya tidak bisa protes atas peran yang saya miliki. Yang saya bisa lakukan hanya berakting sebaik yang saya bisa, dan Tuhan yang akan membuat skenario bagi saya.

(dan lagu itu terus berlanjut di kepala saya)

...Don't try to live so wise.
Don't cry 'cause you're so right.
Don't dry with fakes or fears,
'Cause you will hate yourself in the end...

[Lagu: Wind]
[Artist:Akeboshi}

Post a Comment