Switch off the lights!!!

March 28, 2009 at 1:58 am (Uncategorized) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

3292815218_56a050da8d_o

Baru sekitar 2 minggu lalu gw mengetahui yang namanya Earth Hour (maklum, agak ketinggalan berita) yang sudah dilaksanakan sejak 2007, dari temen-temen gw.

Apa sih Earth Hour itu?

link (Indonesia)

link (Internasional)

 Earth Hour intinya adalah sebuah gerakan memberikan setidaknya satu jam demi Bumi kita ini dengan cara menghentikan pemakaian tenaga listrik, sebagai sebuah proses menyadarkan seluruh dunia akan Bumi dan reservasi energi.

Dan Vote for Earth adalah sebuah ajakan untuk memberitahu dunia bahwa Bumi memerlukan pertolongan sekarang juga, dengan berbagai cara yang ada. Anda bisa melihat foto-foto hasil Vote for Earth yang telah dikumpulkan di sini.

So, guys! Berpartisipasilah dalam program ini !

Ikutlah Vote for Earth dengan cara membuat foto, video, blog, lagu, atau mungkin hanya tulisan-tulisan kecil, atau bahkan hanya sekedar shoutout dan mempublikasikannya di media (boleh Youtube, Facebook, Friendster,dll) sehingga semua orang bisa melihatnya.

Atau itu masih terlalu berat? Kalu begitu setidaknya ikutilah program Earth Hour yang akan dilaksanakan hari Sabtu, 28 Maret 2009, tepat jam 20.30 (dimanapun kalian berada), matikanlah semua lampu kalian selama satu jam sampai jam 21.30!

Ingat, satu jam demi bumi!

Satu jam!


Ini bukanlah lagi sebuah event, ini adalah sebuah movement!

Bergabunglah, demi Bumi!

Permalink Leave a Comment

Kamera Infrared Ujung Kulon

March 6, 2009 at 10:43 pm (Uncategorized) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

Telah diberitakan bahwa kamera infrared WWF yang dipasang secara tersembunyi di Taman Nasional Ujung Kulon mendapatkan gambar tiga ekor badak Jawa (pejantan, betina, dan seekor anak badak). Potongan video yang dikeluarkan menunjukkan sebuah perilaku unik dimana badak-badak itu berkubang di kubangan-kubangan berbeda. 

Badak Jawa adalah salah satu jenis mamalia yang berada di ambang kepunahan. Hanya 60 individu diperkirakan masih hidup sampai saat ini.

Badak Jawa (atau juga dikenal dengan Badak Bercula Satu) adalah hewan yang sangat pemalu. Setelah 20 tahun mengawasi daerah Ujung Kulon, hanya 2 sampai 3 kali agen WWF berhasil melihat badak dengan cula terkecil dari semua badak ini dengan mata sendiri. Dan hanya 9 individu berhasil ditangkap oleh kamera Infrared yang baru saja dipasang selama satu bulan.

Setelah mendengar kabar ini, ahli-ahli Rhino segera berkumpul di Indonesia untuk membahas langkah yang akan diambil karena populasi Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon mengalami stagnansi yang membahayakan. Ditambah lagi, populasi Badak Jawa di Taman Nasional Cat Tien (Vietnam) diperkirakan tidak akan mengalami pertambahan sama sekali.

Badak Jawa pernah menjadi badak dengan persebaran paling luas di Asia, tetapi sekarang ia berstatus sangat kritis dan hanya bisa ditemukan di taman nasional. Penelitian untuk mengumpulkan pengukuran akurat badak Jawa tidak pernah dilakukan dan bukan prioritas (saat dilakukan penelitian, populasi sudah berada pada titik kritis). Karena resiko mengganggu spesies terancam, badak Jawa dipelajari melalui sampel kotoran dan kamera. Mereka sangat jarang ditemui, diamati atau diukur secara langsung.

Alasan utama menciutnya populasi Badak Jawa adalah perburuan yang dilakukan manusia. Badak Jawa pernah diburu secara besar-besaran oleh manusia karena harga culanya yang sangat mahal.

Kerakusan yang membuat terancamnya kelangsungan suatu spesies. Kesalahan yang sangat sulit untuk diperbaiki.

Kapan manusia akan jera?

Permalink Leave a Comment

David itu anak SMAK 1 lo…

March 3, 2009 at 10:28 pm (Artikel-artikel iseng) (, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , )

David Hartanto Widjaja, lulusan SMAK I Penabur (ya, SMA saya), mahasiswa NTU yang MENIKAM profesornya. David itu anak IMO 2005, bisa dibilang kebanggaan sekolah tercinta. Dan yang dia serang itu seorang profesor terkemuka di NTU, pemilihan target yang tepat.

Oh oh oh… saya sungguh senang wajahnya dipasang di lobby SMAK 1. (evil grin)

Pikiran yang mungkin muncul setelah mendengar berita penyerangan dosen:

-Universitas macam apa yang membuat seorang mahasiswa nekat begitu?

-SMA macam apa yang mendidik siswa macam itu?

Hahahaha…

 

Tapi ini memang kasus yang aneh. Pasalnya, David itu meskipun cerdas, tetapi bukan termasuk nerd (kutu buku), dan dia cukup dikenal sebagai anak yang aktif dan “penceria kelas”. Tidak ada sedikitpun dugaan anak ini bisa melakukan penyerangan.

Dan mungkin ini cuma perasaan saya, tapi apakah anda menyadari sesuatu? Beberapa waktu lalu MIT diserang, kemudian sekarang NTU. 2 universitas terkemuka. Bagaimana menurut anda?

Update 5 Maret 2009

Makin lama makin misterius aja. Anda sudah mendengar kabar bahwa tidak ada luka sayatan di tangan David ? Dan yang lebih membuat puzzle ini semakin rumit adalah ada luka sayatan di leher David, luka yang tidak mungkin dibuat sendiri. Wow, dengan adanya fakta ini, maka semua kabar-kabar di media-media Singapura sudah memberitakan kabar bohong. Ada apa ini?

Update 8 Maret 2009

Ada link yang bagus sekali bagi orang-orang Indonesia yang merasa kematian David ini aneh dan harus diselidiki. Ini linknya: here . Saya sungguh menyarankan anda untuk ke sana untuk informasi yang lebih kontroversial.

“Most murders are crimes of necessity rather than desire.”

-Garland Green~[Con Air]-

Permalink 3 Comments