SMAK 1…raksasa arrogan…
Pernah dengar nama SMAK1 BPK Penabur Jakarta Barat?
Sebuah SMA (yang katanya..) berlandaskan keKristenan, dengan motto Iman, Ilmu, dan Pelayanan (arti: Money, and Money, and I want it NOW!) yang berlokasi di Jalan Tanjung Duren Raya No. 4 Jakarta Barat. Berdiri dengan sombongnya seolah berkata ,”Siapakah yang dapat melawanku? Dewa sekalipun tidak bisa meruntuhkan aku!”. Dan ,oh! Sudahkah kalian melihat warna baru SMAK 1? Dahulu, SMAK 1 identik dengan rumah sakit dikarenakan oleh warna putih “membosankan” dan “membuat ngantuk”nya. Sekarang, sudah berubah… Warna SMAK 1 yang baru adalah merah, putih, biru, persis warna Pemadam Kebakaran, yang kurang hanya “Pantang Tutup, Sebelum Bangkrut”. Jadi, jika ingin datang ke SMAK 1, pastikan alamatnya tepat, karena di sebelahnya ada gedung Pemadam Kebakaran. Sekolah yang satu ini, bisa dibilang terkenal dan prestasinya bisa dibanggakan. Sangat pantas saya sebut “Raksasa”.
“Raksasa” yang telah berhasil ini telah berubah. Ia bukan lagi “Raksasa” baik hati yang ramah seperti pertama kali dia lahir. Bukan lagi “Raksasa” yang mendidik muridnya demi masa depan murid-muridnya. Kecongkakkan yang tumbuh di dalam hatinya telah menjalar ke semua bagian tubuhnya bagaikan kanker ganas yang terus tumbuh tanpa henti. Biar saya jelaskan mengapa. Jujur saja, hampir 90% dari guru-guru SMAK 1 yang sekarang tidak memiliki kualitas yang pantas untuk mengajar di sekolah dengan uang sekolah sebanyak ini. Organ-organ dan sel-sel (baca: guru-guru) yang telah membuatnya begitu besar dan berhasil telah meninggalkan dirinya. Ada beberapa yang telah pensiun, ada yang keluar karena masalah gaji dan fasilitas, ada pula yang ia depak karena satu dan berbagai hal. Mungkin SMAK 1 lebih bisa disebut sebagai sarana penyaringan daripada sarana pendidikan. Ia menyaring anak-anak yang masuk dan membuang anak-anak yang kecerdasannya tidak mencukupi. SMAK 1 lebih memikirkan nama besarnya daripada murid-muridnya. SMAK 1 terkenal akan prestasinya bukan karena kehebatan fasilitas dan tenaga pengajar yang ahli. Semuanya adalah karena kecerdasan murid-muridnya sendiri. Jika orang-orang cerdas dikumpulkan di satu sekolah, tentu sekolah itu akan memenangkan banyak prestasi akademis bukan?!
Read the rest of this entry »